PENYAKIT MENULAR DAN PENCEGAHANNYA
oleh rinaindriyuli pada 29 Desember 2011

1. Penyebab Penyakit Menular
Beberapa makhluk hidup penyebab penyakit diantaranya adalah :
a. Serangga
Selain sebagai perantara untuk menyebarkan penyakit, serangga dapat pula
menyebabkan timbulnya suatu penyakit. contoh untuk serangga sebagai
perantara : nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria, demam
berdarah. Lalat dapat menyebabkan penyakit pada pencernaan. Sedangkan
contoh serangga sebagai bibit penyakit adalah
sarcopies scabiei (penyebab penyakit scabies).
b. Cacing
Berbagai macam cacing dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Banyak
ditemukan dimasyarakat kita adalah penyakit yang penyebabnya cacing
tambang, cacing gelang, cacing kremi dan cacing pita.
c. Protozoa
Protozoa merupakan salah satu jenis bibit penyakit yang dapat menyerang
manusia. Malaria merupakan salah satu contoh penyakit yang disebabkan
oleh protozoa.
d. Bakteri
Banyak penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Anda tentu sudah
mengenal penyakit TBC, koleram difteri, desentri, dan lepra. Penyakit
tersebut disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi tubuh.
e. Virus
Virus merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit. penyakit
yang disebabkan oleh virus diantaranya adalah polio, camppak, demam
berdarah, hepatitis dan rabies.
f. Jamur
Beberapa jenis jamur menyerang kulit dan menyebabkan seseorang menderita
penyakit kulit. Penyakit yang dikenal dan banyak diderita orang
dimasyarakat diantaranya adalah panu dan kadas.
2. Berbagai Penyakit Menular yang Umum di Indonesia
a. Scabies
Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh serangga golongan kutu, yaitu
Sareoptes scabiei.
Serangga ini menggali parit-parit halus dalam bagian epidermis kulit
sehingga kulit mengalami iritasi, kerusakan, dan menimbulkan
gatal-gatal. Apabila garukannya menimbulkan luka, penderita bisa
mengalami infeksi sekunder dan terjadi pemindahan parasit dari suatu
tempat ke tempat yang lain. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah
menghindari kontak dengan penderita, mengobati penderita sesegera
mungkin sampai sembuh, dan menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.
b. Ankylostomiasis ( infeksi cacing tambang )
Ankylostomiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh serangan cacing tambang,
Ankylostoma duodenale,
yang hidup di dalam usus halus dan menimbulkan pendarahan usus sehingga
mengakibatkan anemia. Dalam waktu 1 minggu larva masuk ke duodenum dan
ileum. Sesudah 4 minggu sejak saat infeksi, cacing tambang menjadi
cacing dewasa.
Gejala yang ditunjukan penyakit ini adalah adanya kelainan kulit pada
daerah tempat larva masuk berupa gatal, adanya gejala bronchitis, batuk,
sembelit, diare, wajah pucat dan bengkak, edema tangan dan kaki, perut
buncit,mudah lelah, mual-mual, dan muntah-muntah.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :
Mengobati secara tuntas penderita yang mungkin akan menjadi sumber infeksi,
Menjaga kebersihan lingkungan,
Mencegah infeksi dengan selalu memakai alas kaki,
Mengadakan pengobatan missal.
c. Enterobiasisi (infeksi cacing kremi)
Enterobiasis adalah penyakit infeksi usus oleh cacing kremi.
Enterobus vemicumicularis atau Odcyyuris vermiicularis.
Cacing dewasa hidup di
daerah sekum dan memakan isi usus serta
bahan seluler (usus) setempat. Penularan melalui saluran pencernaan,
yaitu telur cacing yang infektif tertelan melalui rongga mulut.
Gejala dan keluhan hanya timbul pada malam hari, yaitu cacing dewasa
melakukan perpindahan ke daerah anus atau alat kelamin jika akan
bertelur. Gejalanya berupa gatal-gatal di daerah anus sehingga penderita
sukar tidur. Usaha-usaha untuk pencegahan infeksi penyakit ini adalah :
Memperhatikan kesehatan dan kebersihan individu, seperti memotong kuku,
mencuci tangan sesudah buang air besar, membersihkan daerah sekitar
dubur, dan cuci tangan sebelum makan,
Memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkunga,
Memberikan pengobatan kepada penderita dan keluarganya,
Menjemur, mencuci, dan menyetrika perlengkapan tidur dan pakaian.
d. Amebiasis ( disentri amuba)
Penyakit ini merupakan penyakit perut yang banyak dialami orang di
negeri kita ini. Amebiasis adalah penyakit infeksi yang terjadi terutama
pada usus besar, dalam keadaan tertentu infeksi dapat menyebar ke hati,
otak dan paru. Penyebab penyakit ini adalah sejenis protozoa dari kelas
Rhizopoda, yaitu
Entamoeba histolytica. Bentuk kista infektif
masuk kedalam mulut bersama dengan makanan atau minuman yang tercemar.
Setelah melewati lambung dinding kista akan pecah. Selanjutnya didalam
jaringan submukosa usus besar bentuknya berkembang menjadi tropozoit.
Salah satu gejala amebiasis adalah adanya darah dan lender pada tinja
penderita. Penderita akan merasakan sembelit, dalam keadaan akut akan
timbul nxeri di perut yang hebat. Penderita biasanya buang air besar
sebanyak 68 kali sehari. Tinja penderita berbau menyengat, berwarna
merah tua, berlendir dan ada darah.
Usaha-usaha pencegahan dapat dilakukan oleh individu maupun masyarakat.
Dan memasak air minum dan makanan secara baik dan benar, mencegah
pencemaran makanan dan minuman oleh lalat, lipas atau tikus, menjaga
kebersihan diri dan alat-alat makan. Pencegahan yang dilakukan oleh
masyarakat adalah mengadakan sistem pembuangan tinja dengan baik.
f. Malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh sejenis protozoa
dari kelas sporozoa, genus Plasmodium. Ada 4 spesies Plasmodium yang
dapat menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu
Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, plasmodium ovale.
Penularan penyakit melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa
sporozoid infektif. Penularan lainnya adalah melalui trarisfusi darah,
plasenta ibu atau jarum suntik. Penularan yang bukan melalui gigitan
nyamuk, protozoa menginfeksi penderita bukan dalam bentuk sporozoid,
tetapi dalam bentuk tropozoid. Setelah sporozoid masuk tubuh calon
penderita, 5 sampai 7 hari kemudian, parasit berkembang biak di dalam
sel-sel epitel hati dan kemudia akan memasuki sel darah merah.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :
Mengobati penderita dan orang yang dalam tubuhnya mengandung parasit malaria,
Memberantas sarang nyamuk,
Memberantas nyamuk,
Dan mencegah gigitan nyamuk.
e. Toksop lasmosis
Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit sejenis protozoa, subfilum Sporozoa, kelas
Toxoplasmea, yaitu
Toxoplasma gondii.
Infeksi parasit ini menimbulkan radang pada kulit, kelenjar getah
bening, jantung, paru, mata,otak,dan selaput otak. Kucing merupakan
sumber perantara infeksi bagi manusia. Kucing yang terinfeksi akan
mengeluarkan tinja yang mengandung ookista toxoplasma. Ookista ini dapat
menginfeksi manusia melalui makanan atau minuman yang tercemar tinja
kucing tersebut yang mengandung ookista.
Penularan dapat juga terjadi dengan adanya kontak antara kulit dengan
jaringan ekskreta binatang yang sakit. Penularan lain dapat pula terjadi
pada pada bayi/janin yang didapat dari ibu selama bayi tersebut dalam
kandungan atau melalui air susu. Pencegahan penyakit dapat dilakukan
dengan cara :
Memasak makanan dan minuman dengan sempurna
Mengobati hewan perantara, terutama kucing yang sakit
Menjaga kebersihan individu dan lingkungan.
f. Kolera
Kolera adalah penyakit akut yang sangat menular, disebabkan oleh suatu kuman yang disebut
Vibro comma.penularan
dapat secara langsung dari penderita melali tinja atau muntah.
Penularan terjadi melalui saluran pencernaan. Gejala yang umum adalah
penderita mengalmi diare dan muntah-muntah. Pada kasus diare, tinja
mula-mula berbentuk normal, kemudian berubah menjadi tidak berwarna
lagi lalu berbuih-buih, akhirnya berbentuk seperti air beras. Untuk
kasus muntah, muntahan pertama biasanya berupa makanan, kemudian berubah
menjadi bentuk seperti air beras. Akibat adanya diare dan muntah ini,
tubuh penderita akan kehilangan cairan tubuh.
Cara pencegahan adalah :
Mengisolasi penderita
Sterilisasi peralatan yang terkena tinja dan muntah penderita
Memberikan perlindungan sumber air minum
Memasak makanan dan minuman secara benar
Menghindari tercemarnya makanan
Menjaga kebersihan kelompok
g. Demam Tifoid ( tifus atau paratifus)
Demem tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri salmonela, yaitu
salmonella typhi atau
salmonella paratyphi
A, B, dan C. Penderita yang ada dalam masa penyembuhan umumnya masih
mengandung bibit penyakit di dalam kantung empedu maupun di dalam
ginjalnya. Salmonella akan memasuki tubuh calon penderita melalui
saluran pencernaan.
Tanda-tanda khas dari penyakit ini adalah demam, gejala-gejala keluhan
pada perut , limpa, dan erupsi kulit. Pencegahan, penyakit ini dapat
melalui perbaikan kebersihan individu dan lingkungan, mengusahakan
penyediaan sarana air yang baik, dan memberikan vaksinasi .
h. Difteri
Difteri adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri bacillus, yaitu
coryna bacterium diphtheria.
Umumnya yang banyak terinfeksi penyakit ini adalah anak-anak. Penularan
melalui titik ludah merupakan cara penularan yang paling utama.
Penularan lain dapat pencemaran tangan, dan sapu tangan. Bagian tubuh
yang dapat mengalami infeksi adalah tonsil, nasofaring, laring dan
bagian saluran pernafasan atas lainnya. Gejala umum adalah demam,
menggigil, dan badan lemah. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah
imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif (vaksinasi) pertama sebaiknya
sudah diberikan pada saat anak berusia 3 bulan, diberikan bersama-sama
dengan imunisasi tetanus, pertunis, dan polio mielitis. Vaksinasi kedua
diberikan 2 tahun kemudian, sedangkan vaksin yang ketiga diberikan pada
waktu anak mulai masuk sekolah. Imunisasi pasif dilakukan untuk
mendapatkan perlindungan selama 2-3 minggu.
i. Disentri hasiler
Disentri hasiler adalah infeksi usus besar yang disebabkan oleh bakteri
potogen, ada macam-macam spesies dan varian dari bakteri ini,
genus Shigella shigae, Shigellaflexneri, Shigella boydii, shigella schnlitzei, shigella sonei.
Kuman masuk kedalam tubuh melalui mulut. Gejala penyakit ini adalah
penderita mengalami panas badan sampai 42 derajat C, mengeluh gangguan
perut, mual, dan muntah. Diare dapat terjadi sebanyak 20-40 kali dalam
sehari. Mula-mula tinja yang keluar tercampur dengan sedikit darah dan
lendir, kemudian tinja hanya terdiri atas lendir berdarah yang
mengandung hasil kikisan sel mukosa usus dan kuman-kuman. Nyeri perut
semakin lama semakin hebat.
Usaha pencegahan dapat dilakukan :
Mengisolasi para penderita
Mensterilisasi peralatan tidur
Memberikan perlakuan desinfeksi terhadap tinja penderita
Melakukan pengawasan pembuatan makanan/ es yang menggunakan air mentah
Memasak air minum terlebih dahulu
j. Tetanus
Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
Clostridium tetani.
Kuman tetanus terdapat di dalam tanah. Penularan terjadi melalui luka
yang terbuka. Untuk menghindari terjadinya tetanus adalah dengan
membersihkan dan mengeluarkan benda asing dari luka tersebut. Luka
diberi antibiotic untuk membasmi infeksi dan mencegah pembentukan
toksin. Gejala awal penyakit ini adalah mulut terkancing karena kejang
otot muka. Kejang, kemudian menjalar kebagian leher, tulang belakang,
otot dinding perut. Dan otot-otot lain secara menyeluruh. Kejang akan
berulang-ulang dengan adanya rangsangan sinar, sentuhan atau dapat
terjadi dengan sendirinya.
Untuk pengobatan, penderita biasanya diberi serum anti tetanus atau kortihosteroid dan serum antitetanus.
Usaha pencegahannya adalah :
Memberikan imunisasi
Merawat dan membersihkan luka serta membiarkan luka tetap terbuka
k. Tuberculosis (TBC)
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi spesifik pada manusia dan hewan. Penyebab tuberculosis adalah
Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis, Mycobacterium avium, dan mycobacter ium microti.
Gejala umum penderita penyakit ini adalah lemah badan, penurunan berat
badan, meningkatnya suhu tubuh, berkeringan malam hari. Usaha yang dapat
dilakukan untuk mencegahnya adalah :
Memberikan imunisasi aktif dengan vaksin BCG
Memberikan obat-obat antituberkulosis
Menuntaskan pengobatan terhadap penderita.
l. Campak
Campak adalah sejenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus
rubella. Sebagian besar penderita adalah anak-anak. Jika campak
menyerang wanita hamil maka dapat menggangu kandungannya hinga terjadi
keguguran. Penularan dapat melalui cairan yang behrasal dari mata,
hidung, dan tenggorokan. Penyebaran virus melalui udara pada saat batuk,
bersin, dan berbicara. Gejala penyakit ini adalah demam, sakit kepala,
mata memerah dan berair, batuk, pilek, serak, bintik-bintik pada kulit
dan ruam pada kulit. Ruam kulit mula-mula terjadi di daerah belakang
telinga atau muka lalu menyebar ke seluruh badan dan akhirnya ke bagian
kaki dan tangan. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi
atau pemberian gamma globulin. Pemberian vaksinasi dapat memberikan
imunitas yang cukup efektif. Pemberian gamma globulin dapat mencegah
atau memperingan gejala klinis tetapi tidak memberikan imunitas yang
efektif.
m. Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit demam yang disebabkan oleh virus
dari genus Flavivirus, yaitu virus dengue. Vector penularannya adalah
nyamuk
Aedes aegypti. Gejala yang timbul adalah demam, sakit
kepala, nyeri punggung, nyeri tulang dan persendian, rasa lemah,
pendarahan pada kulit. Gejala tersebut dapat pula disertai muntah,
diare, kejang, nyeri perut, dan pendarahan usus. Pencegahan utamanya
ditunjukan untuk memberantas nyamuk yang meenyebarkan penyakit ini.
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan cara pemberantasan nyamuk yang
paling baik dan tidak merusak lingkungan.
n. Hepatitis oleh virus
Hepatitis adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus. Ada 2
macam virus hepatitis, yaitu hepatitis A dan hepatitis B penularan
hepatitis A dapat terjadi karena makan makanan tercemar tinja penderita,
yang tidak dimasak atau kurang sempurna cara memasaknya. Penularan
hepatitis B dapat terjadi melalui kontak badan, menggunakan sikat gigi/
alat makan penderita atau melalui makanan tercemar tinja penderita yang
tidak dimasak atau dimasak kurang sempurna.
Gejala yang timbul pada masa prodromal tampak mirip dengan influenza,
misalnya capek, sakit kepala, dan ada ingus. Gejala yang timbul pada
masa ikterus adalah tidak ada nafsu makan, nyeri perut kanan
atas,konjungtivis, pilek, dan faringitis.
Usaha-usaha pencegahan adalah :
Mencegah kontak dengan penderita
Menghindari pencemaran air minum dan makanan oleh bahan-bahan yang menularkan virus
Menjaga kebersihan lingkungan
Memeriksa orang yang akan menjadi donor darah
Memberikan gamma globulin atau vaksinasi
Mensterilkan peralatan kedokteran dan peralatan rumah tangga.
o. Rabies (penyakit anjing gila)
Rabies adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh infeksi virus rabies.
Virus ini hanya hidup dan berkembang biak di dalam jaringan saraf. Virus
masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau lecet kulit yang
tercemar air ludah binatang yang menderita rabies. Sumber infeksi yang
utama adalh anjing. Ada pula binatang berdarah panas lain, terutama
karnivora. Kelelawar dapat juga menjadi sumber infeksi. Jika seseorang
mengalami gigitan anjing, hendaknya ia membersihkan bekas-bekas air liur
anjing dari kulit sekitar bekas gigitan. Cara membersihkannya dengan
menggunakan sabun, lalu beri larutan pekat hidrokhorida atau asam
nitrat.
Usaha pencegahan adalah :
Memvaksin anjing, binatang-binatang karnivora
Mengarantina anjing yang datang dari daerah yang tidak bebas rabies.
p. Panu (Tinea Versicolor)
Panu adalah sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penularan
penyakit ini dapat terjadi akibat kontak langsung dengan penderita atau
melalui pakaian, alat tidur, dan handuk. Gejala utamanya adalah bercak
putih tak terbatas, bersisik halus, dan dapat meluas ke seluruh tubuh.
Pada umumnya bercak putih tersebut tidak disertai rasa gatal.
Pencegahannya penyakit ini dapat dilakukan dengan mencap kebersihan
individu, menghindari kontak langsung penderita, dan menghindari
penggunaan peralatan tidur, mandi, serta pakaian penderita panu.
3. Cara-cara Pencegahan Penyakit Menular secara Umum
a. Mempertinggi nilai kesehatan.
Ditempuh dengan cara usaha kesehatan (hygiene) perorangan dan usaha kesehatan lingkungan (sanitasi).
b. Memberi vaksinasi/imunisasi
Merupakan usaha untuk pengebalan tubuh. Ada dua macam, yaitu :
Pengebalan aktif, yaitu dengan cara memasukkan vaksin (
bibit penyakit yang telah dilemahkan), sehingga tubuh akan dipaksa
membuat antibodi. Contohnya pemberian vaksin BCG, DPT, campak, dan
hepatitis.
Pengebalan pasif, yaitu memasukkan serum yang mengandung antibodi. Contohnya pemberian ATS (Anti Tetanus Serum).
c. Pemeriksaan kesehatan berkala
Merupakan upaya mencegah munculnya atau menyebarnya suatu penyakit,
sehingga munculnya wabah dapat dideteksi sedini mungkin. Dengan cara ini
juga, masyarakat bisa mendapatkan pengarahan rutin tentang perawatan
kesehatan, penanganan suatu penyakit, usaha mempertinggi nilai
kesehatan, dan mendapat vaksinasi.
Selain cara di atas, gaya hidup sehat merupakan cara yang terpenting untuk mencegah penyakit.
Untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik agar terhindar dari penyakit ada beberapa cara, antara lain :
1. Udara bersih, paru-paru pun sehat
Untuk terhindar dari gangguan pernapasan, hiruplah udara yang bersih
dan sehat. Caranya Tidak perlu repot mencari udara pegungungan, udara
pagi pun sangat baik bagi paru-paru Anda. Selain itu hindari pula udara
tercemar, seperti asap rokok, asap kendaraan atau debu. Bersihkan rumah
dan ruangan kerja secara teratur, termasuk perabot, kipas angin dan AC.
2. Banyak minum air putih
Air putih adalah yang terbaik dari minuman apapun. Biasakanlah minum
air putih 8-10 gelas per hari. Kebiasaan ini akan membantu menjaga
kelancaran fungsi ginjal dan saluran kemih. Upayakan untuk minum air
hangat di malam hari dan air sejuk (bukan air es) di siang hari.
Tambahkan juga sedikit perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Selain baik
untuk menyegarkan diri, minuman ini sekaligus membantu mengeluarkan
toksin dari dalam tubuh.
3. Konsumsi menu bergizi dan seimbang
Pilihlah menu dengan gizi yang cukup, seimbang, dan bervariasi.
Perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah yang mengandung banyak serat
dan zat gizi yang diperlukan tubuh serat. Sebisa mungkin hindari junk
food dan makanan olahan, serta kurangi konsumsi garam dan gula. Satu
lagi, jangan lupa sarapan pagi! Karena sarapan pagi dapat menunjang
aktifitas kita sepanjang hari.
4. Seimbangkan antara kerja, olahraga dan istirahat
Kerja keras tanpa istirahat sama sekali tidak ada untungnya bagi
Anda. Biasakan istirahat teratur 7-8 jam pada malam hari, dan jangan
sering begadang atau tidur terlalu malam. Cobalah menggunakan waktu
senggang untuk berolahraga ringan atau sekedar melemaskan otot-otot
persendian. Dengan berolahraga 2 – 3 kali per minggu, selama 30 – 45
menit, cukup membuat tubuh bugar dan stamina prima.
5. Kontrol kerja otak
Otak, seperti halnya tubuh kita, dia juga butuh istirahat. Jangan
terlalu memberi beban terlalu banyak, karena otak pun memiliki memori
yang terbatas. Lakukan kegiatan di waktu senggang yang membuat otak
bekerja lebih santai, misalkan melakukan hobi yang menyenangkan, seperti
melukis, membaca novel terbaru atau hanya sekedar mendengarkan musik.
6. Jalani hidup secara harmonis
Manusia merupakan mikrokosmos yang harus mematuhi alam sebagai
makrokosmos jika ia ingin tetap sehat. Gunakan akal sehat, itu kuncinya,
jangan mengorbankan hidup dengan menuruti kesenangan diri lewat
kebiasaan hidup yang buruk dan beresiko. Misalkan, minum-minuman keras,
merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang. Cobalah untuk menjalani
hidup secara harmonis, sebisa mungkin perkecil resiko terjadinya stres
emosional atau psikis.
7. Gunakan suplemen gizi
Hanya jika perlu, tubuh kita memerlukan antioksidan (beta-karoten),
vitamin C, vitamin E, dan selenium. Semua zat ini dibutuhkan oleh tubuh
untuk meningkatkan vitalitas dan memperpanjang usia harapan hidup. Untuk
memperolehnya banyak cara yang bisa dilakukan.
Selain mengkonsumsi makanan segar, bisa juga dengan cara mengkonsumsi
suplemen kesehatan yang banyak dijual di pasaran. Sebaiknya, penggunaan
suplemen makanan lebih dianjurkan sebagai terapi alternatif saja dengan
mengutamakan jenis suplemen makanan yang sudah diteliti dan bermanfaat.